Membedah Relasi Suara Pemilu Legislatif ke Suara Pilpres di Pemilu 2024

Menarik untuk melihat hasil Pemilu 2024, terutama untuk dikaitkan dengan "mengapa capres A bisa kalah, tetapi partai pendukungnya masih...

Efek Diksi Kampanye Pemilihan Presiden

Apakah hasil pemilu nanti akan sedemikian menentukan nasib sebagaimana yang tercermin dari diksi kampanye? Diksi-diksi kampanye selalu ...

Menaikkan Kualitas Parlemen via Pemilu

Indikator pemilu berhasil itu salah satunya adalah kualitas parlemen yang dihasilkan. DPR kita bagus ngga sih, sekarang? Tahun lalu, ko...

4 Langkah Memilih Caleg di Pemilu 2019

Apabila Anda sudah membaca mengapa kita harus memilih dan menghasilkan parlemen yang baik , maka pertanyaan berikutnya adalah bagaimana k...

Manuver Politik PSI

Anget (atau angot ) sama manuver PSI? Kalau akrab dengan manuver brand di dunia marketing , apa yang dilakukan mereka itu lumrah. Sebagai...

Menghindari Tabu Diskusi Politik

Ada pertanyaan di Quora yang berbunyi seperti ini: "Jika kamu mendukung Prabowo Subianto dalam pemilu 2019, apa alasanmu memilihn...

Logika Demokrasi

Di sistim demokrasi kita, pilihan untuk tidak memilih (golput) sepertinya bukan pilihan yang logis. Ada tiga logika kenapa sebaiknya ki...

Kala Antagonis Hampir Menyusul

Episode akhir pemilihan presiden (pilpres) ini mengingatkan saya kepada dua hal. Film Megamind dan Wreck It Ralph. Pada film Megamind, ...

Dinamika Analog

Saya mulai mengerti perasaan sakit hati para pekerja analog terhadap kecanggihan dunia digital. Ponsel saya tak berhenti berdering kema...

Jangan Egois, Jangan Golput

Rentang sebulan ini, banyak status di media sosial saya yang memicu diskusi panjang. Apalagi kalau bukan menyangkut topik hangat di Ind...

Follow Me

-

Ads

Popular

Arsip Blog

Ads

Translate

index