Review Film The Boy and the Heron: Kembalinya Formula Miyazaki

Hayao Miyazaki kembali menulis dan menyutradarai (gampangnya: membuat) film The Boy and the Heron untuk Studio Ghibli tahun lalu. Miyazaki ...

Magnet Attack on Titan

Mulanya melirik karena gambar-gambar di manga -nya tampak gory dan gruesome . Orang-orang yang dimakan raksasa. Saya berpendapat, dulunya ke...

Dark: Labirin Rumit dari Winden

Sabtu (27/6) kemarin, Netflix merilis season ketiga dari serial Dark . Film seri produksi Jerman ini berakhir pada musim ketiga penayanga...

The Last Dance dan Dialektika GOAT di Olahraga

Sebulan belakangan, tiap hari Senin, linimasa di twitter saya dipenuhi kicauan tentang Michael Jordan. Film dokumenter tentang era Jorda...

Review Knives Out: Panggung Sinematik Drama Misteri

Saya tidak ingat terakhir menonton film misteri teka-teki pembunuhan yang asli ditulis untuk film setelah Gosford Park (Robert Altman, 2...

Review Film Ford v Ferrari: Empati dan Emosi untuk Ken Miles

Kita semua adalah Ken Miles. Miles, afisionado otomotif. Mulai beranjak ke usia mapan, ketika “struggle is real”, dan pilihan untuk ber...

Review Film Bebas: Romansa Menemukan Celahnya

Tanpa terpapar dari kisah asli (film Korea,  Sunny ) yang diadaptasi ke film "Bebas", saya terpaut romansa saja dengan film dar...

Review Film Joker: Empati Untuk Tokoh Jahat

Karena termasuk terlambat menonton Joker , ada banyak bangunan premis yang menyaturasi apresiasi. Tapi ini konsekuensi, sehingga bisa leb...

Napak Tilas Memori dalam The Lion King

Membuat kesan tentang film Lion King barangkali akan menjadi bias. Sulit untuk tetap objektif, mengingat peranan film klasiknya (1994)...

Review Film Keluarga Cemara

Setelah dua mingguan naik layar, akhirnya saya berkesempatan mengalami film "Keluarga Cemara" yang banyak mendapat pujian. ...

Follow Me

-

Ads

Popular

Arsip Blog

Ads

Translate

index